Andi Wibowo Nahkodai PWI Kukar Periode 2025-2028, Komitmen Tingkatkan Kualitas Wartawan
Ketua PWI kaltim Abdurahman Amin menyeraahkan bedera 9Pataka) PWI kepada Ketua PWI Kukar. (pic: dok.pwi)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR
: Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai pelantikan pengurus Persatuan
Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2025–2028,
yang digelar pada Senin (16/02/2026) di Ruang Serba Guna Kantor Bupati Kukar,
Tenggarong.
Prosesi pelantikan
dilakukan langsung oleh Ketua PWI Kalimantan Timur, Abdurrahman Amin. Surat
Keputusan kepengurusan dibacakan oleh Sekretaris PWI Kaltim, Achmad Shahab.
Pelantikan ini
menjadi tindak lanjut dari Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Kukar pada
Desember 2025, yang menetapkan Andi Wibowo sebagai Ketua PWI Kukar untuk tiga
tahun ke depan.
Dalam sambutannya,
Abdurrahman Amin menyampaikan apresiasi kepada para ketua PWI Kukar terdahulu,
mulai dari Wahidin, Desman Minang Endianto, Bambang Irawan hingga jajaran
pengurus terakhir. Ia menekankan bahwa keberlanjutan kepemimpinan menjadi
fondasi penting agar organisasi tetap eksis dan relevan.
Rahman juga
menyinggung kiprah Andi Wibowo sebagai atlet catur Kalimantan Timur yang akan
berlaga di ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) di Lampung.
Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan turut memberi warna dan kontribusi
positif bagi PWI Kaltim.
Tak hanya itu, di
hadapan para tamu undangan Rahman juga mengungkapkan. Bahwa pada peringatan
Hari Pers Nasional yang digelar di Serang, Banten. Membahas salah satu agenda
penting ke depan adalah rencana perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga (AD/ART), termasuk mekanisme pemilihan Ketua PWI ditingkat Pusat yang
nantinya memberikan hak suara kepada seluruh anggota berstatus biasa.
Dalam kesempatan itu
juga dirinya berpesan agar kepengurusan baru mampu menjaga solidaritas dan
soliditas organisasi. Dengan sekitar 60 anggota PWI di Kukar, ia berharap
setiap program kerja benar-benar memberi dampak nyata, tidak hanya bagi
anggota, tetapi juga bagi kehidupan Pers dan masyarakat luas.
“Menjaga Marwah dan
martabat profesi bukan semata soal kompetensi dan kesejahteraan, tapi juga soal
menegakkan kode etik. Itu yang harus terus kita perjuangkan,” tegasnya.
Rahman juga
mengingatkan beratnya tantangan dunia pers saat ini. Disrupsi digital, dampak
pandemi Covid-19, hingga gelombang kecerdasan buatan (AI) telah mengubah
lanskap industri media. Belum lagi persoalan pemotongan anggaran yang ikut
memengaruhi keberlangsungan perusahaan media dan para jurnalis.
Menurutnya, kunci
bertahan di tengah perubahan adalah menjaga kepercayaan publik. Di tengah
banyaknya media yang bermunculan, reputasi wartawan profesional menjadi
penentu.
“Bukan hanya apa yang
diberitakan, tapi siapa yang memberitakan. Integritas dan reputasi wartawan
harus tetap dijaga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua
Panitia Pelantikan, Syaiful Aulia, memandang pelantikan ini sebagai momentum
konsolidasi agar program kerja yang telah dirancang bisa segera diwujudkan.
Pada kesempatan itu
juga Ketua PWI Kukar yang telah dilantik, yakni Andi Wibowo, menegaskan
komitmennya untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia (SDM)
wartawan. Ia juga ingin membangun sinergi lintas sektor dengan semangat
kebersamaan dan koordinasi yang solid.
“Mari jadikan PWI
sebagai ruang belajar dan wadah berkontribusi nyata bagi masyarakat. Saya
mengajak seluruh pengurus bekerja penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi
profesionalisme,” ajak Andi Wibowo.
Pelantikan tersebut
turut dihadiri Sekretaris Daerah Kukar Sunggono yang membacakan sambutan Bupati
Kukar Aulia Rahman Basri. Hadir pula sejumlah unsur pimpinan daerah, tokoh
masyarakat, serta perwakilan mitra strategis.
Dalam sambutan tersebur,
Sunggono mengatakan bahwa Pers bukanlah lawan pemerintah, melainkan mitra
strategis dalam pembangunan daerah.
Dirinya menyebutkan, Pers
memiliki tiga peran utama yakni sebagai pendidik publik melalui informasi yang
akurat dan mencerahkan, sebagai pengawal kebijakan agar tetap transparan dan
akuntabel, serta sebagai penyampai kritik konstruktif berbasis data dan fakta
demi perbaikan kinerja pemerintah.
Terakhir Sunggono
berpesan kepada kepengurusan PWI Kukar yang baru dilantik agar berperan besar
dan memberikan manfaat kepada seluruh elemen baik pemerintah, masyarakat dan
pihak lainnya.
“Saya pesan jadikan kepengurusan periode 2025–2028 sebagai era jurnalisme Kukar profesional, beretika, berpihak pada rakyat, dan berdampak nyata bagi percepatan pembangunan daerah,” tutup Sunggono. (Tan)